9 November 2014
Dear Cinta,
Aku Raga,
aku Raga yang dulu selalu bersamamu.
Aku Raga, yang dulu selalu ada untukmu.
Aku Raga, yg dulu menjadi sandaran kala lelahmu.
Tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku, bahwa aku, Hati, dan Logika akan kembali tidak sepaham seperti ini. Dan yg selalu tersakiti adalah Hati.
Kau tahu Cinta, aku merasa bersalah kepada Hati. Dulu aku membiarkan diriku dekat dengan mu, membiarkan mu masuk dalam kehidupan kami. Tak pernah terpikirkan sebelumnya olehku, kau akan melukai Hati yang selama ini ku jaga.
Dear Hati,
Aku Raga. Maafkan aku karena membiarkan mu jatuh Cinta pada pria yang salah.
Aku janji Hati, jika nanti seseorang hadir lagi dalam hidup kita,
Aku akan memastikan bahwa dia adalah orang yang tepat.
Orang yg akan menCintaimu setulus engkau menCintainya.
Orang yg akan merindukanmu sebesar engkau merindukannya.
Org yg slalu ada untukmu sesering engkau ada untuknya.
Org yg setia kepadamu seperti engkau setia kepadanya.
Orang yg akan menjdikanmu satu satu nya Hati yg ia Cintai.
Org yg memilihmu menjadi pelabuhan terakhirnya.
9 November 2014
Dear Cinta,
Aku Logika.
Kali ini kuakui ini jg salahku. Kau benar2 membuatku tertipu. Tak ada sedikitpun curiga ku dulu kepadamu. Aku mempercayaimu. Namun ternyta aku salah mempercayaimu.
Cinta, kenapa kau begitu jahat kepada Hati?
Kau tahu dengan pasti luka yg ia pendam sendiri selama ini.
Luka yg selalu membuatnya bersedih.
Mengapa kau masih tega masuk ke dalam kehidupan kami hanya untuk melukainya. Ya, kau pasti tau jika saatnya tiba Hati akan sakit. Kebohongan yg kau rangkai dengan baik. Pengkhianatanmu. Kau pasti tahu suatu saat itu akan menyakiti Hati.
Kenapa kau begitu jahat kepadanya?
Mengapa kau gores luka pada luka masa kecilnya. Kau tahu itu menyakitkan?
Apa kami pernah menyakitimu?
Kenapa kau harus hadir dalam kehidupan kami hanya untuk menyakiti sang Hati?
Kau tahu, dia menCintaimu dengan sangat dalam, kecewa padamu dengan sangat dalam. Memaafkanmu pun dengan sangat dalam. Dia sama sekali tak membencimu.
Dan sang Hati pula lah yang meminta kami untuk tetap berteman denganmu.
Mungkin kau menganggap kami bodoh, telah dengan sangat dalam kau sakiti, tapi kami masih tetap memaafkanmu dan mnjadikanmu teman.
Tidak Cinta, ini bukan tentang kebodohan, ini hnya tentang sang Hati.
Dalam hidupnya, luka yg selama ini ia pendam, dikarenakan Cinta yang berubah menjadi benci.
Ia tak ingin menjdi seperti apa yg telah melukainya selama ini.
Dan itu tidak sepenuhnya mudah Cinta. Banyak air mata yg harus ia keluarkan untuk mendewasakannya.
Yaahh.. Setidaknya untuk hal ini aku ucapkan terimakasih padamu, Hati manja kami kini telah cukup dewasa dan cukup bijak dalam menentukan sikap.
Izinkan Hati kembali bahagia. Relakan ia bahagia, berhenti menyakitinya.
9 November 2014
Dear Cinta,
Aku Hati,
Kini aku mengerti bnyak hal yg terjadi.
Sebnyak hal yg jg aku tak mengerti.
Aku tahu, kau tak pernah menCintaiku.
Kau tak pernah benar2 peduli padaku.
Aku tak cukup berarti untukmu.
Dan itu kenyataan pahit yg harus aku terima Cinta.
Tak ada
gunanya lagi aku bertahan.
Aku tak mngerti, mengapa kau hadirkan aku jika kau menginginkan yg lain.
Aku tak mengerti mengapa kau mempermainkan aku.
Aku Hati Cinta.
Aku Hati yg sangat engkau sakiti.
Tapi sudahlah. Semua telah terjadi. Luka ini biar ku obati sendiri.
Biar kembali ku pendam semua yang ku rasa. Biarkan semua menjadi milikku sendiri.
Bahagialah. Aku ingin kau bahagia dalam hidupmu.
AKU MELEPASKANMU.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar